Diposkan pada Uncategorized

Ekosistem | Apa yang dimaksud dengan ekosistem?

1ekosistem_6at10b.jpg

Secara singkat, ekosistem merupakan interaksi antara makhluk hidup dan benda-benda tak hidup pada sebuah lingkungan. Ekosistem merupakan interaksi antara organisme dengan habitatnya. Ekosistem dapat pula diartikan sebagai sebuah kesatuan utuh dan menyeluruh antara semua unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi satu sama lain. (Sumber: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Kelas 5 Tema 8 “Ekosistem” dan id.wikipedia.org “Ekosistem” (dengan penyuntingan seperlunya)

Unsur-unsur penyusun ekosistem dibedakan menjadi:

A. Komponen Biotik

Komponen biotik merupakan komponen yang disusun oleh semua makhluk hidup. Dalam suatu ekosistem komponen biotik membentuk suatu organisasi dan interaksi antar makhuk hidup lainnya. Organisasi organisme dalam ekosistem yaitu:

1. Individu

Individu adalah makhluk hidup tunggal, misalnya seorang manusia, seekor kambing, seekor burung, atau sebuah pohon cemara. Tempat individu tinggal disebut denga habitat

2. Populasi

Populasi adalah sekumpulan organisme yang berasal dari spesies yang sama dan tingal pada habitat yang sama. Artinya dapat dikatakan populasi jika dua hal tersebut terpenuhi. Contoh: populasi kelas IIIA itu berarti sekumpulan siswa IIIA karena spesiesnya sama, (manusia) dan dalam kelas IIIA. Siswa dalam kelas IIIB tidak dapat dikatakan satu populasi dengan populasi IIIA karena tempatnya berbeda.

3. Komunitas

Komunitas adalah sekumpulan populasi pada suatu ekosistem. Komunitas diartikan sebagai sekumpulan berbagai organisme pada habitat yang sama. Misalnya ekosistem padang rumput terdapat populasi rumput, sekumpulan rusa, sekumpulan semut, sekumpulan cheetah, sekumpulan singa.

Dalam suatu ekosistem tiap- tiap organisme memiliki peran, yaitu:

1. Produsen

Produsen, yang memiliki peran ini ialah organisme yang memiliki kemampuan untuk membuat sendiri makanannya (autotrof) yaitu alga dan tumbuhan. Dalam ekosistem produsen memegang peranan penting akan interaksi yang berlangsung. Alga dan tumbuhan mampu “memasak” sendiri makanan yang dibutuhkan (glukosa), dan tentu saja ini membuat alga dan tumbuhan sebagai sumber makanan bagi organisme lainnya.

2. Konsumen | Bedasarkan jenis makanannya konsumen dibedakan menjadi 2 yaitu:

2. A. Herbivora

Herbivora, adalah organisme yang mengandalkan tumbuhan saja sebagai sumber makanannya atau dapat dikatakan pemakan tumbuhan. Kedudukan herbivora dalam ekosistem adalah sebagai konsumen tingkat I. Herbivora menimpan energi dan materi yang diperolehnya dari tumbuhan dan akan membantu organisme lain (non herbivora) untuk dapat memperolehnya melaui jaring- jaring makanan. Tidak mudah mengandalkan hanya tumbuhan sebagai sumber makanan. Adaptasi yang dilakukan herbivora memampukan herbivora untuk dapat bertahan hidup dengan hanya memkan tumbuhan. Oleh karenanya herbivora memiliki struktur morfologi, anatomi dan fisiologi yang sangat berbeda dengan karnivora.

2. B. Karnivora

Karnivora berasal dari bahasa yunani yang berarti adalah pemakan daging. Karnivora memanfaatkan organisme lain (hewan) sebagai sumber makanannya. Karbivora memiliki gigi taring atau paruh yang sangat tajam untuk mengotak daging manngsanya. Dalam piramida makanan, karnivora menduduki tingkat tropik ketiga yaitu sebagai konsumen tingkat II dan seterusnya hingga konsumen puncak

2. C. Dekomposer

Dekomposer atau pengurai adalah organisme yang menguraikan senyawa organik dari organisme yang telah mati. Penguraian sangat penting karena akan mengembalikan unsur- unsur organik ke dalam komponen abiotik yang akan menambah kekayaan unsur komponen abiotik. Yang berperan sebagai dekomposer dalam ekosistem adalah bakteri dan jamur.

2. D Detritivor

Detritivor, adalah organisme pamakan detritus atau sisa senyawa organik yang telah terurai di dalam tanah. Cacing merupakan detritivor yang membantu tanah menjadi subur.

B. Komponen Abiotik

Komponen abiotik disusun oleh semua benda- benda tak hidup namun mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. Komponen abiotik di dalam ekosistem adalah:

1. Suhu

Pengaruh suhu dalam kehidupan organisme iyalah mempengaruhi reaksi kimiawi di dalam tubuh organisme. Suhu yang terlalu ekstrim (terlalu dingin atau terlalu panas) dapat merusak atau menghambat suatu reaksi kimia.

2. Air

Air amat penting bagi organisme. Hampir 100% tubuh organisme tersusun atas air. Air berperan sebagai pelarut yang sangat penting dalam reaksi kimia serta penjaga suhu di dalam tubuh.

3. Cahaya

Sama halnya dengan yang lain, cahaya diperlukan untuk melangsungan reaksi kimia tertentu seprti fotosintesis, pembentukan vitamin D.

4. Tanah

Tentunnya tanah amat penting karena merupakan penopang bagi suatu kehidupan. Komposisi tanah akan mempengaruhi kehidupan di dalamnya. Semakin subur maka akan semakin beragam organisme yang dapat tinggal.

Komposisi komponen biotik dan abiotik pada suatu wilayah sangat beragam yang menyusun keberagaman ekosistem.

Ekosistem yang terdapat pada bumi sangat beragam, secara umum terbagi menjadi:

1. Ekosistem perairan

– Ekosistem air laut
– Ekosistem air tawar
– Ekosistem estuari
– Ekosistem pantai
– Ekosistem terumbu karang
– Ekosistem lamun
– Ekosistem laut dalam

2. Ekosistem terestrial (daratan)

– Ekosistem hutan hujan tropis
– Ekosistem sabana
– Ekosistem padang rumput
– Ekosistem gurun
– Ekosistem hutan gugur
– Ekosistem taiga
– Ekosistem tundra

3. Ekosistem buatan

– Sawah
– Perkebunan
– Bendungan
– Hutan produksi

Sumber gambar: tandapagar.com

Sumber artikel: ebiologi.com, id.wikipedia.org dan kelasipa.com

 

Iklan

Penulis:

The nerd with glasses who use his laptop in class all day long

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s